oleh

UMKM Tangguh di Tengah Pandemi

-NASIONAL, NEWS-65 Dilihat

panjirakyat.net Jakarta – Pandemi yang masih berlangsung di Indonesia, membuat dunia usaha tertekan. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) banyak gulung tikar, meski ada juga beberapa yang masih bertahan.

Anggota Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia, Lintang Kemukus memberikan pendapatnya mengenai situasi UMKM yang masih bertahan di tengah pandemi ini. “Keadaan seperti ini tentu buruk untuk usaha-usaha kuliner. Kami sebagai pelaku usaha dituntut untuk survive dalam keadaan seperti ini. Untuk masalah gulung tikar belum ada UMKM yang gulung tikar sejauh ini. Paling ada yang punya cabang 10, tutup 5 cabang, masih survive sisanya,” ujar Lintang dalam program Trijaya Hot Topic Petang Kamis (18/2/2021).

Sengketa Tanah, Pembangunan Pasar di Batuan hanya Terlihat Pagar

Oknum Kiai Ngoro Cabuli Belasan Santri, Kepala Kemenag Jombang: Pesantren Tak Terdaftar

Pada kesempatan yang sama, Ayu Komang, selaku pemilik usaha UMKM Mie Setan Jerit, mengungkapkan pada pandemi ini omset penjualannya terus berkurang. “Selama 7 bulan buka usaha, lebih banyak keluar modal dibanding untungnya,” kata Ayu.

Namun pengalaman berbeda diungkap Dian Ekayani, pemilik usaha UMKM Dekamade Bread & Snack. Dian justru merasakan di masa pandemi ini omset penjualannya meningkat. Dian memanfaatkan pasar online untuk meningkatkan hasil penjualannya. Apalagi produk-produk yang dijual Dekamade, memiliki harga yang terbilang murah untuk kalangan atas.

Stafsus Presiden Billy Mambrasar Gandeng Unsyiah dan HKTI Kembangkan Program Petani Milenial Aceh

Diresmikan Presiden, Bendungan Tapin Dukungan Ketahanan Pangan dan Pengendalian Banjir di Kalsel

Menyikapi pengalaman yang dibagikan Ayu dan Dian, Lintang Kemukus memberi sejumlah tips, khususnya untuk menyiasati jam malam di daerah-daerah.

“UMKM disarankan membuat program promo pada siang hari atau sore hari untuk menarik customer yang ingin makan pada saat itu,” saran Lintang. Selain itu pelaku UMKM juga harus memperhatikan kualitas produk yang dijual, agar jumlah konsumen tetap stabil bahkan bertambah.(pr/dea)