oleh

Tertipu Akun Palsu Wabup Gresik, Uang Rp 17 Juta Kepala TPQ Amblas

-HUKUM-20 Dilihat

Panjirakyat.net Gresik – Kasus tipu-tipu dengan modus mencatut nama pejabat kembali memakan korban. Kali ini, korbannya adalah kepala Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Riyanto. Dia tertipu Rp 17 juta oleh akun bodong via WhatsApp. Akun tersebut mengaku sebagai Wabup Gresik Aminatun Habibah.

Selasa (19/4), Riyanto, warga asal Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, itu kemudian melapor penipuan itu ke Mapolres Gresik. Dia berharap polisi segera menindaklanjuti laporannya dan menindak pelaku yang mencatut nama pejabat tersebut.

Riyanto menceritakan, pada Minggu (17/4), sekitar pukul 12.43 WIB, dirinya menerima pesan WhatsApp dari nomor asing. Nomor itu mengaku sebagai Wabup Gresik Aminatun Habibah.

Dalam pesan tersebut dikabarkan ada akan memberikan donasi sebesar Rp 22 juta. Perinciannya, Rp 15 juta untuk TPQ dan Rp 7 juta untuk yayasan panti.

Artis Dangdut dan Model Ulfa Bone, Bicara Blak-Blakan di Podcast BosBro Show

Sukseskan program vaksinasi, DPW PPP Jatim Gelar Vaksin Booster

Pria 46 tahun itu semakin yakin saat pelaku menunjukkan foto bukti transfer uang tersebut. Namun, sebagai syarat pencairan, Riyanto diminta untuk mentransfer uang Rp 7 juta. Rekening yang dituju atas nama Muhamad Iqbal Zakaria. “Ngakunya sebagai sekretaris Wabup Gresik. Karena itu, saya menuruti permintaannya,” ucap Riyanto.

Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 15.23 WIB, pelaku menggunakan modus yang sama. Korban diminta untuk mentransfer uang sebesar Rp 10 juta. Dengan polos, korban pun kembali menuruti permintaan pelaku. Nah, kecurigaan korban baru muncul saat pelaku kembali meminta uang, sekitar pukul 16.31 WIB.

“Saya dihubungi lagi dengan sedikit memaksa. Akhirnya saya mulai curiga dan memeriksa rekening yayasan ke bank ternyata tidak ada uang masuk,” keluhnya.

Selanjutnya, Riyanto menghubungi temannya untuk memastikan kebenaran donasi tersebut. Ternyata, tidak ada program bantuan yang mengatasnamakan Wabup Gresik Aminatun Habibah.

Akibat kejadian itu, Riyanto mengalami kerugian sebesar Rp 17 juta. Dua bukti transfer sudah dibawa ke SPKT Polres Gresik. “Semoga pelaku segera tertangkap,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Termasuk melimpahkan kepada unit tertentu guna penyelidikan lebih lanjut. “Laporan akan segera kami periksa untuk segera ditindaklanjuti,” paparnya.

Alumnus Akpol 2015 itu mengatakan, modus penipuan tersebut sering terjadi. Apalagi saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Modusnya phising atau pencurian data pribadi, penipuan berkedok promo menarik hingga memperdaya korban dengan akun palsu. “Tujuannya sama, meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Dan tentunya merugikan para korban,” ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, kejahatan online di Gresik paling banyak dialami korban dengan modus operandi transaksi jual beli. “Oleh karena itu harus cermat. Pastikan berbelanja di situs jual beli terpercaya,” ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat tidak mudah teperdaya. Selain memeriksa akun media sosial penjual bersangkutan, harus dipastikan keaslian foto dan cek harga pasaran. Jika harga terlampau jauh dengan harga eceran tertinggi (HET) dengan jenis barang yang sama, maka sudah layak dicurigai.

Jika memang harus melakukan transaksi rekening, sebaiknya warga mengakses lebih dulu website cekrekening.com. “Untuk memastikan nomor rekening tidak pernah dilaporkan atau bermasalah,” pesannya.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menerima telepon saat bertransaksi di mesin ATM. Paling tidak, bisa meminta bantuan kepada petugas bank atau kerabat jika belum pernah pengalaman bertransaksi online.

“Pada prinsipnya jangan mudah percaya jika dihubungi oleh nomor asing atau tidak dikenal. Terutama sifatnya meminta sejumlah uang,” pungkasnya.(pr/Dea)