oleh

Presiden Joko Widodo Resmikan Waduk Tukul

-JAWA TIMUR-26 Dilihat

Panjirakyat.net Pacitan – Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul, Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/2/2021). Bendungan yang diresmikannya ini merupakan proyek strategis nasional yang dicanangkan untuk memberikan manfaat bagi lahan pertanian di Pacitan.

Kedatangan Jokowi di Pacitan untuk meresmikan bendungan itu didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Mensesneg Pratikno, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pacitan Indartato.

Kado Terakhir Ashraf Sinclair Bukan Berlian Atau Tas Mahal, Cuma Buku Kosong dan Pulpen

Menkes Minta Bantuan TNI-Polri Terkait Upaya Testing, Tracing Hingga Pengamanan Isolasi Covid-19

Dalam sambutannya Jokowi menuturkan, Bendungan Tukul menjadi salah satu dari 65 bendungan yang telah dimulai pembangunannya sejak enam tahun lalu. Beberapa di antaranya sudah diresmikan oleh dirinya.Seeprti Bendungan Nipah yang ada di Sampang, Jatim.

Keberadaan Bendungan Tukul menurutnya memiliki peran penting untuk pengendalian banjir, mengairi sawah irigasi dan penyediaan air baku. Dengan kapasitas 300 liter per detik, Bendungan Tukul memiliki kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik air.

“Bendungan Tukul bisa meningkatkan indeks pertanaman dari 1 kali tanam padi dan tanam palawija dalam setahun, menjadi 2 kali tanam padi dan tanam palawija. Dengan kondisi seperti ini Bendungan Tukul menjadi salah satu infrastruktur penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan air,” kata Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, diresmikannya Bendungan Tukul akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Pacitan. Salah satunya bisa menjadi sentra pemberdayaan ekonomi masyarakat. Keberadaan bendungan ini, sebut Khofifah antara lain memberikan manfaat bagi lahan pertanian di Pacitan.

“Setidaknya 600 hektar saluran irigasi bisa teraliri air setiap saat, khususnya di wilayah Kecamatan Arjosari dan Kecamatan Pacitan,” ujarnya.

Bagi Khofifah, keberadaan Bendungan Tukul akan mendukung upaya Jatim untuk terus menjadi provinsi yang secara konsisten berkontribusi tinggi di bidang pertanian secara nasional.

Berdasarkan data BPS pada 2020, produksi padi di Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia. Yakni dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 18,17 persen secara nasional. Produksi gabah kering giling Jatim sebesar 10,02 juta ton atau setara dengan 5,65 juta ton beras. Kemudian, produksi jagung Jatim tertinggi di tingkat nasional yaitu sebanyak 6,6 juta ton. Dengan kontribusi terhadap nasional sebanyak 21,8 persen.

Menkes Minta Bantuan TNI-Polri Terkait Upaya Testing, Tracing Hingga Pengamanan Isolasi Covid-19

Program Padat Karya Sektor Kelautan dan Perikanan Diperkirakan Serap Lebih dari 4.600 Tenaga Kerja

“Hal yang tidak kalah membanggakan adalah disaat nilai tukar petani (NTP) di daerah lain mengalami kontraksi, di Jatim tidak terjadi. NTP Jatim masih tumbuh sebesar 0,26 persen,” tuturnya.

Selain itu menurutnya, Bendungan Tukul bisa mensuplai air baku sebesar 300 liter perdetik. Tentunya dengan daya seperti ini, bisa menjadi salah satu potensi energi. Sebagai informasi saja, pembangunan Bendungan Tukul sudah dimulai sejak 2015 sampai 2020. Bendungan ini menelan biaya APBN murni sebesar Rp. 934,8 miliar.

“Bendungan Tukul juga bisa menjadi tempat wisata dan lahan konservasi. Sehingga bisa turut meningkatkan tarap ekonomi masyarakat. Bendungan Tukul menjadi salah satu dari enam bendungan di Jatim yang menjadi proyek strategis nasional yang dicanangkan pemerintah,” tutupnya.(pr/ttk)