oleh

Para Gus Kumpul di Gasek, Sepakat Junjung Tinggi Organisasi NU

-JAWA TIMUR-63 Dilihat

Panjirakyat.net Malang – Semangat kebersamaan ditunjukkan sejumlah Gus atau putra kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar acara buka bersama di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, Rabu (27/04/2022). Seperti diketahui, Pesantren dimaksud diasuh oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Pada kegiatan tersebut tampak pula bergabung sejumlah fungsionaris PWNU Jawa Timur. Seperti KH Abdussalam Sochib (Gus Salam), KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza), Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, dan Gus-Gus lainnya.

“Alhamdulillah hari ini keluarga besar NU dan para Gus mengadakan buka bersama di kediaman Kiai Marzuki Mustamar. Ini secara kebetulan saja,” jelas Wakil Katib PWNU Jawa Timur KH. Syamsuddin, MA kepada e-Harian AULA.

Dijelaskannya, bahwa selama pertemuan berlangsung cukup gayeng. Tampak bergabung antara lain Gus Fahim, Gus Robith, Gus Nasrudin, Gus Cholil, Ra Mathor, Ra Syamsudin dan beberapa pengurus fungsionaris PWNU Jatim.

Ramadhan penuh berkah PW AMK Jatim bagikan 8.700 paket takjil

Ketua Fraksi PPP DPRD Jatim peringati Nuzulul Quran dan berbagi santunan

“Suasananya sangat gayeng. Dan ini pertemuan pertama pasca Muktamar. Karena itu ada beberapa diskusi yang sangat menarik dalam menyikapi situasi dan perkembangan organisasi di NU saat ini,” terang Ra Syamsuddin tanpa mau merinci hasil dari “jagongan” kemarin.

Disampaikan bahwa selama pertemuan banyak hal yang disampaikan Kiai Marzuki, serta usulan dari sejumlah gus yang hadir.

“Intinya, dalam pertemuan juga memberikan pesan bahwa di kalangan PWNU Jatim, kekompakan pengurus sangat solid. Termasuk para Gus-Gus. Inilah kabar yang menyejukkan,” terangnya.

Lebih lanjut, KH Syamsuddin mengemukakan bahwa selama pertemuan, Kiai Marzuki mengingatkan kepada para gus dan pengurus yang hadir untuk tetap menjaga kekompakan. Demikian juga memastikan menaati apa saja yang menjadi keputusan jamiyah, dalam hal ini adalah Nahdlatul Ulama.

“Pada intinya, para pengurus yang ada di bawah PWNU Jatim sepakat bahwa kepentingan organisasi NU sangat diutamakan dan di atas segala-galanya. Termasuk kepentingan yang lain, apalagi kepentingan pribadi,” tegas dia. (Pr/Dea)