oleh

Launching BLT Desa, Bupati Sumenep Serahkan Secara Simbolik

-DAERAH, NEWS-38 Dilihat

Panjirakyat.net Semenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur launching penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Tahun 2021 Senin, 15 Maret 2021 di Desa Pinggir Papas, Kalianget.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyampaikam dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 disebutkan, bahwa prioritas penggunaan dana desa (DD) tahun 2021 ialah untuk program kegiatan percepatan pencapaian SDGS desa melalui pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa.


Menurutnya, prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 tetap mengutamakan kesehatan masyarakat desa dan perbaikan kondisi ekonomi desa akibat pandemi Covid-19.

Ketua Komisi B Jatim Sebut Pemerintah Tak Lagi Berfikir Rasional: Impor Beras Menyakiti Hati Petani

Dua Kurir dari Dua Gembong Narkoba, Berhasil Dibekuk Polresta Surabaya

“Pandemi Covid-19 ini merupakan bencana nonalam yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Termasuk di desa. Pandemi ini sudah mengakibatkan banyak korban jiwa serta dampak sosial, ekonomi, kesehatan dan kejiwaan atau psikologis manusia,” paparnya.

Untuk itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkanmb Sumenep ini meminya agar prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 juga diarahkan pada kegiatan padat karya tunai desa sebagai pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal.

“Kegiatannya juga harus bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah atau pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambah suami dari Nia Kurnia Fauzi itu.


BLT-Desa, sambungnya, merupakan kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari DD kepada keluarga penerima manfaat dengan kriteria yang disepakati dan diputuskan melalui musyawarah desa.

Fauzi berharap, bantuan ini betul-betul tepat saaaran. Artinya keluarga penerima manfaat (KPM) memang keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Saya juga mengharapkan kepada desa dan perangkat desa serta masyarakat untuk terus ikut mendukung program pemerintah dalam mengurangi penularan Covid-19. Di antaranya dengan terus menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.(pr/rus)