oleh

Komjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw Harap Masyarakat Papua Terima Vaksinasi Covid-19

-HUKUM, NEWS-33 Dilihat

panjirakyat.net Jakarta –  Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw berharap masyarakat Papua tidak menolak untuk disuntik vaksin sinovac (COVID-19) karena itu penting bagi kesehatan masyarakat sendiri.

“Ya kita menghimbau kepada masyarakat jangan mengkuti pikiran orang – orang yang hanya memberikan ketidaktentraman di tengah – tengah masyarakat. Keliru kalau mereka menolak karena ini penting untuk kesehatan masyarakat sendiri,” ungkap Komjen Pol. Paulus Waterpauw didampingi Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri, S.I.K., saat kunjungi Masjid Raya Baitulrahim, Kota Jayapura, Selasa (9/3/21).


“Tadi saya pesankan kalau ada yang masih berpikir itu sesuatu yang haram tolong dibicarakan secara baik dengan pemimpin umat kemudian disampaikan bahwa ternyata itu halal dan yang punya peran itu pemimpin umat,” jelas mantan Kapolda Papua itu.

Bupati Sumenep Kunjungi Rumah Korban Perahu Tenggelam

Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Pekerja Seni

Menurut Komjen Pol. Paulus Waterpauw, Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin bangsa sudah memberikan contoh tauladan langsung diikuti Panglima TNI, Kapolri para menteri terkait semua sudah tinggal Pemerintah daerah dan masyarakat silahkan manfaatkan karena vaksin sinovac juga untuk ketahanan tubuh masing – masing lebih baik.

“Jadi, saya berharap masyarakat mengikuti himbauan dan ajakan yang benar, jauhi yang tidak benar nanti konyol karena Covid-19 ini ada dan masih tetap ada, virus itu ada dan tersebar kemana – mana apalagi sekarang ditemukan ada varian baru yang dahsyat mematikan,” tegas Jenderal Bintang Tiga itu.

“Kalau saya (Komjen Paulus Waterpauw, red) sudah punya imunitas tubuh karena alumni pasien covid-19 jadi tunggu tiga bulan lebih baru bisa disuntik vaksin sekarang baru dua bulan,” sambung Kabaintelkam Polri.


Mantan Kapolda Papua ini berharap masyarakat Papua sehat selalu dan belajar dengar – dengaran kepada orang yang memiliki keahlian kesehatan, jangan suka dengar hoax tentang vaksin sinovac.

“Jangan takabur mengatakan vaksin ini tidak benar, haram dan lain sebagainya. Harus tanyakan para ahli kesehatan, dokter dan tenaga medis jangan berdasarkan bisikan oknum masyarakat biasa yang tidak ahli dalam bidang kesehatan mengatakan vaksin ini tidak baik itu keliru,” tegas Komjen Pol. Paulus.

Dalam kunjungan kerja ke masjid raya baitulrahim Kota Jayapura, Komjen Pol. Paulus Waterpauw juga menitipkan kebijakan Presiden penanganan Covid -19 secara serius yaitu jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.

Itu hal utama yang dilakukan siapa saja baik anak – anak maupun kita orang dewasa karena banyak hal yang sudah berubah dalam kehidupan new normal.

“Kebijakan Kapolri PPKM skala mikro yang mana kita harus masuk bersatu padu dengan semua elemen baik dari BPBD turun sampai dinas kesehatan dan juga satgas covid-19 yang ada itu kita harus tangani sampai wilayah terkecil di kampung – kampung maupun RT/RW. Ya, namanya mikro sampai di wilayah terkecil,” tutur Komjen Pol. Paulus.


Jenderal bintang tiga ini mengatakan akan lakukan penyelidikan dan penelitian tentang penyalahgunaan dana covid-19 guna mengamankan kebijakan pemerintah yang sudah ada.

“Artinya banyak hal yang nanti bagian dari tugas saya sebagai Kabaintelkam Polri mencoba untuk mengawasi apa – apa yang menjadi kebijakan negara dan pimpinan Polri untuk pelaksanaannya,” tegas Komjen Pol. Paulus Waterpauw.

Komjen Pol. Waterpauw mencontohkan dalam penanganan PPKM Mikro melibatkan semua unsur dan penganggaran ada dana desa, APBD, BPBD Provinsi Kabupaten/Kota jangan sampai masing – masing saling berharap itu tidak boleh dan harus dikontrol.

“Jangan sampai ada yang sengaja menganggarkan tapi tidak menggunakan anggaran. Kami akan lakukan penyelidikan dan penelitian tentang penyalahgunaan dana covid-19 guna mengamankan kebijakan yang sudah ada,” pungkas mantan Kapolda Sumut itu.(pr/fan)