Ketum aliansi cinta NKRI meminta Kapolri copot Kapolda jatim dan Kapolres Malang

NASIONAL15012 Dilihat

Panjirakyat.net Surabaya – Ketua umum aliansi cinta NKRI, Ahmad Zazuli menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya suporter Aremania-aremanita akibat korban kerusuhan pertandingan sepak bola antara Arema Malang dan Persebaya Surabaya yang terjadi pada hari Sabtu di stadion Kanjuruhan, Malang ( 1/10/2022 ).

“Kami Aliansi cinta NKRI menyampaikan bela sungkawa atau korban meninggal atau korban luka-luka. Kami juga mengecam keras tragedi meninggalnya suporter Arema di Liga 1 dan juga beberapa aparat keamanan di pertandingan Arema Vs Persebaya dengan Skor 2-3,”Tutur cak jaz Sapaan akrab Ahmad Zazuli pada Minggu ( 2/10/2022 ).

Atas kejadian tersebut Panitia dan Bagian Pengamanan Event Sepak Bola melakukan kesalahan secara SOP. Dimana sudah jelas tidak diperbolehkan polisi menembakkan Gas Air Mata di dalam lapangan yang bisa mengakibatkan fatal dan kehilangan nyawa supporter.

Kapolri Janji usut tuntas tragedi Kanjuruhan

Aremania Korwil Bantur jelaskan kronologi tragedi Kanjuruhan

“Dalam Peraturan FIFA Stadium Safety and Security Regulations, Penggunaan Gas Air Mata sebenarnya dilarang. Pada Pada pasal 19b tertulis, No Firearms orang “crowd control gas” Shall be carried or used’ atau bisa diartikan senjata api atau gas, untuk mengontrol kerumunan dilarang dibawa serta digunakan,” jelas cak jaz.

Cak jaz menambahkan, sudah jelas kerusuhan ini adalah bentuk Diskriminasi dan Pelanggaran HAM. Untuk itu pihaknya selaku Ketua umum aliansi cinta NKRI meminta dengan hormat agar Pemerintah khususnya Bapak Presiden Jokowi dan Kepolisian Khususnya Kapolri, agar membentuk Satgassus untuk menyelidiki tragedi ini.

“Anggota kepolisian sudah melakukan kesalahan SOP. Untuk itu perlu tim khusus dan melibatkan beberapa pihak seperti BIN, BAIS dan profesional dalam tragedi Kanjuruhan ini sampai tuntas. Sehingga siapapun yang salah bisa ditindak dengan tegas yang melakukan kesalahan SOP menembakkan Gas Air Mata di dalam Tribun 1 s/d 14,” tegasnya.

Kata dia, tembakan gas air mata ini menyebabkan kepanikan dan desak-desakan. Sehingga mengakibatkan banyaknya orang terinjak-injak dan kehabisan oksigen, yang mengakibatkan total korban tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur sebanyak 488 orang. Dari 448 korban itu, sebanyak 302 orang di antaranya mengalami luka ringan, 21 orang luka berat, dan 125 orang meninggal dunia.

“Kami meminta kepada pengurus PSSI untuk mengundurkan diri dari PSSI serta meminta Kapolri untuk mencopot Kapolres kabupaten Malang dan Kapolda jatim, atas tragedi Kanjuruhan karena kejadian ini.”pungkas cak jaz pria asli kelahiran Pujon Malang.(pr/Dea)