oleh

Ketua PWNU Jatim, Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021, Pemerintah Harus Bijak

-JAWA TIMUR-32 Dilihat

Panjirakyat.net Surabaya – Pasca diumumkan mengenai larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 mendatang untuk seluruh masyarakat, oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI pengumuman larangan mudik lebaran, Keputusan ini dikeluarkan melalui rapat Menteri. Hal ini langsung Mendapat respon dari ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Jumat (26/03/2021).

KH Marzuki Mustamar meminta agar pemerintah tidak kaku dan saklek dalam menerapkan larangan mudik tersebut, Tujuan orang mudik itu bermacam-macam, ada yang anggota keluarganya sakit, ada masalah, dan lain sebagainya.


Jadi tidak serta merta mudik hanya untuk perayaan dan senang-senang saja, oleh karena itu, kami meminta agar pemerintah tidak terlalu kaku dalam menjalankan larangan mudik tersebut,” katanya, KH Marzuki Mustamar.

Buka Munas APKASI, Arahan Presiden terkait Penanganan COVID-19 dan PEN

Rencana Pemerintah Impor Garam, BEM Nusantara Tegas Menolak

Menurutnya penerapan larang mudik bisa kondisional. Artinya aparat keamanan mengecek tujuan dari pemudik tersebut. Penerapan larangan mudik ini bisa kondisional, dengan menanyakan apa tujuan pemudik untuk pulang ke kampung halaman tersebut jika kebutuhannya mendesak tolong diberikan izin untuk mudik,”imbuhnya


Kiai Marzuki juga berharap agar pemerintah bisa mengayomi masyarakatnya agar tidak mengambil kebijakan yang lantas bisa menimbulkan gejolak sosial.

“Jika terlalu ditekan bisa timbul gejolak sosial, Kalau bisa kebijakan yang dibuat aman dari sisi pandemi, aman dari gejolak sosial, serta aman dari fitnah. Itu penting untuk dijaga agar seimbang. Maka pemerintah di sini harus bijaksana,”

Kendati demikian, Kiai Marzuki tidak ingin momentum untuk mudik dimanfaatkan dengan tidak semestinya.

“Di sisi lain pemerintah juga jangan terlalu melonggarkan karena mengingat pandemi Covid-19 yang masih menyebar. Jadi jangan terlalu kaku dan jangan terlalu dilepas,” pungkasnya.(pr/ttk)