oleh

Kembali Berduka Wakil Ketua PWMU Jatim, Najib Hamid dikabarkan Meninggal Dunia

-JAWA TIMUR-36 Dilihat

panjirakyat.net Surabaya – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Kabar duka menyelimuti Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Wakil Ketua PWMU Jatim, Najib Hamid dikabarkan meninggal dunia hari ini, pukul, 08.20 Wib di Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang Sidoarjo, Jumat (9/4/2021).


Menurut Sekretaris PWM Jatim, Tahmid Masyhudi menjelaskan, almarhum wafat setelah menjalani perawatan di RS Siti Khodijah sejak Sabtu, (3/4) lalu, dengan gejala klinis kangker paru-paru.

Pemerintah Terapkan Larangan Mudik, Hati-hati Mudik Lokal dan Mobil Pribadi Dilarang

Komisi C DPRD Jatim soroti: Banyak Aset Pemprov Jatim Rawan Dicaplok Pihak Ketiga, Minta Dirut PT. PWU segera bicarakan dengan Gubernur

Selanjut Tamhid menjelaskan, setelah disucikan d RS Siti Khodijah, jenazah akan disemayamkan di Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya.


“Jenazah Pak Nadjib akan dishalatkan di Masid Al Badar usai jamaah shalat Jumat,” terangnya.

Setelah itu, sambungnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Ubi VI/27 A Surabaya. “Setelah itu jenazah dibawa ke Paciran, untuk dmakamkan di Makam Islam Desa Paciran, Lamongan,” ujarya.


Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, turut berduka atas kehilangan salah satu kader militannya. Najib Hamid merupakan tokoh Muhammadiyah gigih dan penuh tanggung jawab.

“Nadjib Hamid sosok kader Muhammadiyah yang gigih, tidak kenal lelah beraktivitas, dan tangguh dalam menggerakkan Persyarikatan,” ujarnya.


Haedar mengaku tahu betul terhadap krpribadi sosok Nadjib Hamid, ia kenal almarhum sejak masih berproses dalam kaderisasi Muhammadiyah. Sebab itu, almarhum merupakan sosok inspirasif yang dapat dicontoh bagi kader yang lain.


“Saya mengenal sejak di IPM (katan Pelajar Muhammadiyah), Mas Najib juga seorang penulis yang baik, sehingga aktkvitasnya di Muhammadiyah dia representasikan dalam tulisan-tulisannya yang menarik dan menggugah kesadaran yang inspiratif,” ungkapnya.


Menurutnya, Muhammadiyah kehilangan kader yang militan serta dekat dengan anak muda dan berbagai kalangan. Ia berharap kelak ada penerusnya, yang dapat memperjuangkan cita-cita alhmarhum.


“Saya sudah menyampaikan duka via telepon difasilitasi Pak Tamhid Masyhudi kepada istri almarhum dan putranya Mas Ulin Nuha yang juga aktivis IPM, mengikuti jejak ayahnya. Kami berharap perjuangan Mas Nadjib Hamid dilanjutkan putra-putrinya, serta keluarga diberi kekuatan iman dan kesabaran,” pesannya.(pr/ttk)