oleh

Kekerasan Terhadap Anak: Anak Petinggi MUI Jawa Timur Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Linmas

-DAERAH-40 Dilihat

Panjirakyat.net Surabaya – Kekerasan Anak oleh Petugas Perlindungan Masyarakata (Linmas) kota Surabaya terjadi menimpa FA (15 tahun), anak dari Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Rasyidi, dikabarkan menjadi korban salah sasaran penertiban dan kekerasan oleh petugas Perlindungan Masyarakata (Linmas) Kota Surabaya, Jawa Timur.


Rasyidi, melalui keterangan tertulisnya, menjelaskan cerita bermula ketika FA bersama empat temannya berkumpul di kawasan Jalan Gundih IV, Kecamatan Bubutan, pada Rabu pekan lalu sekira pukul 01.32 WIB. Mereka kemudian bersepakat untuk bermain sepak bola di kawasan Margorukun Gang I.

Wakil Ketua KIP NTT: Banyak Warga Tak Tercover Data Bencana

Buruh Jatim Mulai Gelar Aksi Pemanasan, Jelang Mey Day

“Namun, kala itu ternyata lapangan yang ada digunakan sejumlah orang untuk bermain badminton. Keinginan untuk bermain bola tidak surut, dan anak saya bersama teman-temannya berpindah ke kawasan lain di Dupak Grosir,” cerita H Rasyidi pada Jumat, 23 April 2021.


Ternyata, di Jalan Raya Dupak Grosir terjadi tawuran antara dua kelompok remaja. Tak ingin jadi korban salah sasaran, FA dan teman-temannya pun menghindar. Ternyata, tidak lama kemudian ada pasukan Linmas dan melakukan penertiban. Mereka yang terlibat tawuran pun kocar-kacir dikejar petugas Linmas.

Dengan mengendarai motor trail, pasukan Linmas melakukan pengejaran kepada anak-anak yang tengah berbuat onar. Dan tentu saja hal itu memantik para peserta tawuran lari. Adegan kejar-kejaran pun terjadi. “Pasukan Linmas terus melakukan pengejaran hingga kawasan Gang 4,” ujar Rasyidi.


Karena situasi tegang, sejumlah orang dan remaja yang tidak terlibat tawuran pun ikut panik, termasuk FA dan teman-temannya. Mereka ikut lari. Saat akan lari, FA mendapati pengendara sepeda motor yang tengah melintas. Ia bersama dua temannya langsung menumpang kepada pengendara motor tidak dikenal itu.

“Dan ternyata pasukan Linmas juga terus mengejar, hingga jarak semakin mendekat. Dengan menggunakan helm, pasukan Linmas memberhentikan motor yang ditumpangi anak saya dengan memukul pakai helm,” ujar Bendahara I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim itu.


FA terjatuh ketika motor yang ditumpanginya melintasi gundukan polisi tidur. Ia terseret motor hingga terluka di bagian lutut. Melihat itu, sejumlah petugas Linmas yang mengejar langsung meringkus FA dengan kasar. Bahkan, petugas membenturkan kepala FA ke bagian belakang motor trail yang terbuat dari besi. “Akibatnya, wajah anak saya lebam dan terluka cukup serius,” tutur Rasyidi.

Dilain sisi Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto membenarkan bahwa keluarga korban mendatangi kantornya dan mengklarifikasi sekaligus meminta pertanggungjawaban anak buahnya yang diduga melakukan tindakan salah sasaran dan represif terhadap korban. Namun, pihaknya mengaku masih akan mendalami pengaduan itu.


“Ini masih kita dalami. Sempat dari pihak keluarga korban klarifikasi dan hari ini sebetulnya kita pertemuan Cuma berhalangan. Masih kita dalami terus,” ujarnya dihubungi media melalui sambungan telepon genggam.

Ia menjelaskan, saat itu petugas Linmas bergerak ke lokasi setelah menerima informasi adanya tawuran. Namun, Irvan juga juga menyesalkan jika kemudian anak buahnya melakukan penertiban dengan kekerasan. “Bukan berarti kemudian kita melakukan tindakan yang melanggar aturan. Kita justru menyelematkan dan melindungi masyarakat,” kata Irvan.(pr/Dea)