oleh

Kadis Kominfo Jatim: Kita Harus Lebih Bijak Manfaatkan Medsos

-JAWA TIMUR-57 Dilihat

Panjirakyat.net Surabaya – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim), Hudiyono, menjadi narasumber dalam Webinar Universitas Kristen Petra berupa Konferensi Nasional bertajuk “How Social Media Affects People’s Perspective”, Kamis (19/5/2022).

Hudiyono mengawali paparan dengan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia. “Bapak Presiden RI mengatakan bahwa banyak ahli memprediksi Indonesia akan menjadi negara maju ke-5. Visi tersebut tentu perlu dukungan perguruan tinggi yang mampu terus bersinergi dengan pemerintah,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan pemerintahan sudah berbasis teknologi atau dikenal dengan sebutan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik). Apalagi, Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki jaringan informasi paling besar.

PUMA rilis kerudung olahraga untuk para “hijaber”

UPT BLK Pasuruan Kembali Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

“Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk bisa mengisinya dengan konten-konten yang bermanfaat sehingga tidak diisi oleh informasi yang cenderung negatif dan merugikan negara ataupun pribadi. Ini yang harus kita komunikasikan bersama,” tegas Hudiyono kepada peserta webinar yang berjumlah sekitar 100 partisipan ini.

Tak lupa, Kadis Kominfo Jatim mengingatkan kepada seluruh mahasiswa yang hadir untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi berbasis media sosial.

“Kita memang merdeka untuk menulis, mengirim pesan, dan menyampaikan. Tetapi, adik-adik mahasiswa harus tetap hati-hati karena apa yang diketik jari atas perintah hati dan pikiran tetap harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” pesannya.

Hudiyono pun menyampaikan apresiasi kepada Rektor, Dekan, dan Dosen Universitas Petra atas penyelenggaraan webinar ini. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari strategi untuk mengajak mahasiswa lebih mengenal birokrasi agar mengetahui persis yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Dengan demikian terjadi link and match antara pembelajaran di kuliah dengan aplikasi pembangunan yang ada di masyarakat dan lingkungan,” tutur Kadis Hudiyono. (pr/Dea)