oleh

Jogoboyo Gelar Sholat Ghoib dan Doa Lintas Agama Untuk KRI Nanggala-402

-DAERAH-20 Dilihat

Panjirakyat.net Surabaya – Organisasi masyarakat Jogoboyo menggelar doa bersama untuk keselamatan Kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di laut sebelah utara Bali, di depan Gedung Negara Grahadi, Minggu (25/4/2021).


Acara doa bersama ini mengundang berbagai tokoh agama, bersama-sama memanjatkan doa terbaik untuk seluruh kru KRI Naggala-402 dengan harapan seluruh upaya pencarian yang dilakukan petugas dipermudah dan KRI Nanggala-402 dapat segera ditemukan.

Kekerasan Terhadap Anak: Anggota DPRD Jatim Desak Kepala BPB Surabaya Evaluasi Anggotanya

Doa 200 Juta Rakyat Indonesia untuk Keselamatan Awak KRI Nanggala

“Kami sebagai bagian dari masyarakat Surabaya cuman bisa menyelenggarakan doa lintas Iman kami mengundang para penghayat kepercayaan kami mengundang segenap elemen masyarakat karena nantinya kita duduk bareng berdoa bareng kepada tuhan,” Kata Ketua Jogoboyo Akhmat Badrut Tamam.


Tamam mengatakan, semua awak KRI Nanggala-402 merupakan pahlawan bagi bangsa. Mereka menggabdikan dirinya kepada negara sampai akhir hayatnya. Mengingat 47 dari 53 orang berasal yang berada di kapal tersebut berasal dari Jawa Timur.

“Putra terbaik di Indonesia yang tergabung dalam KRI nanggala diterima sebagai pahlawan yang meninggal dengan sebutan Sahid maupun Syuhada,” ujarnya.


Selain itu, lanjutnya, kejadian ini kenjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam peremajaan dan  memperlengkap alusista angkatan laut. Pemerintah harus terus mengontrol alusista yang ada. Ini merupakan langkah antisipasi agar kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali.

“Saya harap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada seluruh alusista yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia. Alusista boleh udzur tapi perhatian pemerintah juga penting dan menjadi benteng pertama kita menghadapi serangan dari luar,” ungkapnya.


Tamam berharap, pemerintah juga hadir kepada seluruh keluarga awak Kapal Nanggala, ini diperlukan sebagai obat luka kehilangan salah satu anggota keluarganya.

“Harapan kita itu selanjutnya nantinya pemerintah untuk lebih perhatian kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” katanya.(pr/tok)