oleh

Desember 2020 Nilai Tukar Nelayan Jatim Naik

-JAWA TIMUR-36 Dilihat

Panjirakyat.net Surabaya – Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Desember 2020 naik 0,81 persen, atau dari 95,48 di bulan November 2020 menjadi 96,26 di bulan Desember 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, mengatakan, kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan naik sebesar 1,11 persen, lebih tinggi dari indeks harga yang dibayar nelayan sebesar 0,29 persen.
Perkembangan NTN bulan Desember 2020 terhadap bulan Desember 2019  (tahun  kalender) turun sebesar 1,79 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Desember 2020 terhadap bulan Desember 2019 (year-on-year) juga turun sebesar 1,79 persen.
Baca juga :
Sementara indeks harga yang diterima nelayan pada bulan Desember 2020 dibanding bulan November 2020 naik 1,11 persen, yaitu dari 102,34 di  bulan November 2020 menjadi 103,47 di bulan Desember 2020. Sedangkan perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Desember 2020 terhadap Desember 2019 (tahun kalender) naik sebesar 0,30 persen.
“Adapun indeks harga yang  diterima  nelayan  bulan  Desember  2020  terhadap  bulan  Desember  2019  (year-on-year) juga naik sebesar 0,30 perse,” ujar Dadang Hardiwan dalam rilisnya, Selasa, (26/01/2021)
Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah naiknya ikan tongkol, ikan layang, rajungan, ikan tenggiri, ikan cakalang, udang  laut, ikan selar, ikan teri, ikan kembung, dan ikan kakap.
Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah cumi-cumi, ikan layur, ikan kuwe, lobster, kepiting laut, ikan kuniran, ikan putih, ikan layar, ikan gulamah, dan ikan lemuru.
Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Desember 2020, semuanya mengalami kenaikan NTN. Provinsi Jawa  Tengah naik sebesar 1,96 persen, DI Yogyakarta  naik 1,87 persen, Jawa  Barat naik 0,88 persen, Jawa  Timur naik 0,81 persen,  Banten naik 0,74 persen, dan terakhir adalah Provinsi DKI Jakarta naik sebesar 0,14 persen.
“Jika dilihat dari angka  hasil penghitungan NTN di masing–masing provinsi pada  Desember 2020, NTN tertinggi terjadi di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 113,70, sedangkan NTN terendah terjadi di Provinsi Jawa Timur sebesar 96,26 persen,” pungkas Dadang.(pr/dea)