oleh

Bupati Sumenep: Jangan sampai Terjadi Kekerasan Jurnalis di Sumenep

-DAERAH-21 Dilihat

Panjirakyat.net Sumenep – Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengingatkan seluruh instansi untuk terus menjalin kemitraan dengan para jurnalis dalam memajukan Sumenep

Ia mengatakan peristiwa dari kasus
koresponden Majalah Tempo, Nurhadi, yang terjadi pada Sabtu malam lalu tidak terjadi di Sumenep


“Media adalah mitra kita. Jangan sampai peristiwa yang terjadi di Surabaya terulang kembali, apalagi di Sumenep. Karena apapun alasannya, tindak kekerasan tidak pernah dibenarkan,” kata Bupati Fauzi, Rabu, 31 Maret 2021.

Ketua DPR RI : Akses Vaksin Harus Adil dan Merata untuk Semua Orang

Ketua DPRD Jatim Himbau Warga Jangan Terpancing Atas Insiden Bom di Gereja Katedral

Langkah itu dilakukan, Kata, Fauzi sebagai upaya mengingatkan seluruh lapisan untuk saling menghargai dan menghormati profesi apapun, lebih-lebih jurnalis sebagai pilar demokrasi ke empat di negeri ini.


“Kerja jurnalis tidak mudah. Untuk itu saling menghargai dan menghormati profesi merupakan hal penting demi menjaga kondusifitas Sumenep,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dugaan penganiayaan terhadap Nurhadi terjadi saat yang bersangkutan melakukan kegiatan peliputan di Bumimoro, Surabaya.


Saat itu, Nurhadi tengah berupaya meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyatakan Angin sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. (pr/rus)