oleh

Bojonegoro Gelar Full Moon Sinau Bareng Cak Nun

-DAERAH-64 Dilihat

Panjirakyt.net Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro menghadirkan Emha Ainun Najib atau dikenal dengan panggilan Cak Nun dalam acara ‘Full Moon Sinau Bareng Cak Nun’ di Alun – alun Bojonegoro Sabtu, (10/9/2022)

Melalui pers rilis Diskominfo Bojonegoro, Kabid Pengelola Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Kominfo Bojonegoro, Johan Pundhi Lestari, mangatakan, telah menyiapkan langsung live streaming pada videotron yang ada di beberapa kecamatan, sehingga warga yang jauh dari daerah kota bisa menonton melalui videotron.

“Kami siapkan live streaming di videotron, jadi warga Bojonegoro yang tidak bisa hadir masih bisa menikmati Sinau Bareng Cak Nun melalui videotron yang ada,” ungkapnya.

Acara Full Moon Sinau Bareng Cak Nun ini diprediksi akan dihadiri ribuan masyarakat maiyah. Agar lebih mudah, para warga dapat menyaksikan melalui videotron di beberapa kecamatan, sehingga dapat mengurangi kemacetan saat kegiatan selesai.

PWI Jatim-Untag Surabaya Gelar FGD Empati dalam Perspektif Gender

Rangkaian FESyar Jawa 2022, BI Jatim Gelar Workshop

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad, mengatakan untuk mengantisipasi keamanan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah personil guna melaksanakan pengamanan. Personil gabungan TNI, Polri, Banser, SatPol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro.

“Untuk gelaran Full Moon Sinau Bareng Cak Nun, kami telah siapkan 380 personil gabungan,” ucap Kapolres Muhammad.

Ia juga menjelaskan bahwa, Pengamanan akan dibagi beberapa titik. Selain pelaksanaan di dalam alun alun, personil juga ditempatkan di sejumlah titik di luar alun alun guna mengurai kemacetan. Termasuk personil di Polsek Jajaran yang wilayahnya terdapat videotron yang akan menampilkan secara live.

Kapolres juga mengimbau para warga nantinya yang akan datang ke alun alun untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas. Serta tidak membawa atau mengibarkan bendera baik komunitas atau perguruan silat.

“Tidak boleh konvoi dan membawa atribut maupun bendera perguruan. Kami pastikan akan menindak tegas bila tetap melanggar,” tegasnya.(pr/Dea)