oleh

Aniversary ke Satu, Komunitas Mobilio Nusantara Kecam Tindakan Radikalisme

-DAERAH-46 Dilihat

Panjirakyat.net Surabaya – Komunitas Mobilio Nusantara (MOST) kecam aksi terorisme yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua MOST Dwi S Hartokumoro dalam sambutannya pada acara satu tahun anniversary MOST yang jatuh pada 1 April di Cafeeshop, Semolowaru, Surabaya, Jumat (2/3/2021).


“Kami sangat prihatin terhadap kasus teror yang terjadi. Sebutulnya jihad fi sabilillah itu bukan dengan cara mencelakakan diri sendiri maupun orang banyak. Kalau disana ada orang muslim yang terbunuh sama halnya dengan membunuh muslim sedunia. Ini jangan boleh terjadi,”

Densus 88 Amankan Dua Orang Terduga Teroris di Tuban

Apel Pengamanan Paskah, Kapolresta Tangerang Peringatkan Siaga dan Terapkan Buddy System

Dwi mengatakan komunitas MOST ini sebagai ajang silaturrahmi, menjaga keeratan emosional dan memupuk rasa gotong royong dalam situasi apapun. Tidak hanya itu, MOST sendiri, Dwi katakan steril dari berbagai kepentingan, khususnya dari paham-paham ektrimis keagamaan.


“Mobilio Nusantara juga tidak mengangkat unsur secara politik premanisme dan terorisme juga bersih dari itu semua,” katnya.

Selanjutnya, Dwi cukup bangga, sebab MOST sendiri berdiri dan berkantor pusat di Surabaya. Ini menjadi perbedaan dengan komunitas mobil yang lain dimana tempat berdirinya di Jakarta. Iapun memakemkan, bahwasanya kantor pusat MOST akan tetap di Kota Pahlawan ini.


“Kita akan tetap ber sekretariat di Surabaya melatih, mendidik temen-temen yang akan datang. Generasi berikutnya di periode-periode nanti bawa apapun yang terjadi, supaya teman-teman itu tidak melupakan sejarah bahwa pernah berdiri di Surabaya,” ujar Dwi.

Sampai saat ini, MOST sudah mempunyai 14 regional yang tersebar di Indonesia. Untuk Surabaya sendiri, mempunyai nama regional bajul, sesuai dengan ciri khas Surabaya, Bajul Ijo.

Dwi berharap, kedepannya komunitas yang dipimpinnya ini dapat tetap eksis dan solid. MOST menjadi contoh pelopor keselamatan dalam berlalu lintas bagi semua pengguna jalan. Selain itu, ia juga akan berupaya agar MOST kedepan dapat berkontrubusi besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Khususnya dari bentuk teror dari paham radikalisme dan premanisme.


“Mobil nusantara ini jangan sampai terpecah belah lagi. komunitas semakin banyak juga membingungkan customer-customer baru. Mari kita jaga kesolidan bersatu kita majukan Indonesia, keamanan adalah tanggung jawab kita semua,” harapnya.

Di sisi lain, Mahfudz Sekertaris Komisi B DPRD Surabaya yang juga sempat hadir pada saat itu, berharap agar MOST kedepan semakin jaya. Menjaga kebersamaan antara komunitas, memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana tatacara berkendara dengan baik.

Iapun mengapresiasi MOST sebab mempunyai itikad baik dalam memerangi paham radikalisme dan menjaga toleransi antar umat beragama. ” Dia yang bukan saudara seiman, adalah saudara sesama insan,” kata Mahfudz.(pr/ttk)