oleh

Ahmad Muzani, Bangsa Indonesia Berutang pada NU

-NASIONAL-85 Dilihat

Panjirakyat.net Tanggerang – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga Wakil Ketua MPR RI menyebutkan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang saat ini dirasakan tidak lepas dari campur tangan para ulama, kyai, dan Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai bangsa yang majemuk dan ber-bhineka sesungguhnya kita rawan perpecahan.

“Karena masyarakat Indonesia yang berpenghuni di berbagai pulau, memiliki banyak etnis, ras, bahasa, dan agama. Hal tersebut sangat berpotensi untuk pecah dan terbelah,” ungkap Ahmad Muzani saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tangerang, Minggu 7 Maret 2021. Acara itu juga dihadiri Ketua Harian PBNU Kyai Haji Marsudi Suhud.


“Kita bersyukur kepada Tuhan, NU dalam sejarahnya tanpa diminta selalu hadir di tengah-tengah kehidupan bangsa,” ujar Ahmad Muzani.

Sinergi Kemendagri dan Kemensos Penuhi Hak Sipil Suku Anak Dalam Jambi

Miliki Sabu, Edo Dibekuk Polresta Tangerang

Dikatakan, para ulama dan kyai NU tidak pernah berhenti dalam menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Dalam sejarah nya, para ulama dan kyai selalu menebarkan persatuan, persaudaraan, dan persahabatan di tengah-tengah kehidupan bangsa.

Karena itu, kata Ahmad Muzani, bangsa Indonesia berhutang kepada NU. Ditambahkan, bangsa ini bisa tetap bersatu sehingga masyarakat tenteram, dan tenang karena perjuangan banyak pihak, Salah satu pihak yang tidak boleh dilupakan adalah ulama, kyai yang tergabung dalam NU.


“Perjuangan para ulama dan kyai dalam memperjuangkan persatuan, perdamaian, persaudaraan tidaklah mudah. tantangannya berat. Mereka kerap disalahpahami, salah arti, bahkan di bully oleh sejumlah pihak. Namun para kiai, tidak pernah berhenti dan tidak pernah berputus asa untuk terus menebarkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan hasilnya sekarang kita rasakan,” tuturnya.

Ahmad Muzani memberikan contoh beberapa bangsa yang saat ini perang saudara memperebutkan kekuasaan.

Lihatlah banyak negara yang saat ini saling bertikai, seperti Yaman, Afganistan, Libya, Suriah, negara-negara tersebut hidup tidak tenang dan tidak ada pembangunan,” katanya.


Tugas NU tidak akan pernah berhenti, memberikan ketenangan dalam kehidupan masyarakat kita.

“Inilah utang kita, utang bangsa Indonesia kepada NU, utang bangsa Indonesia kepada para ulama dan kiai, karena itu hidup-hidupkan lah selalu NU,” pungkas Ahmad Muzani.(pr/Al)